Debu berbingkai
>> Thursday, March 30, 2006
Sahabat.....
Jalan masih merentang panjang
Berujung entah di mana
Kerikil masih menaburi jalanan
Kabut masih melingkari persimpangan yang ada
Di sana jauh di belakang
di persimpangan yang telah banyak kita lewati
kita masih satu haluan
namun apa mungkin di depan sana kita bisa beriringan lagi
Ketika dulu bingaki yang kita raut
ikrar kan kata untuk mengukuh kan nya jadi figura
namun apa kah waktu bisa menjamin
ketika rayap mulai menggerogoti nya
Bingkai itu kini telah retak
kini sudah terlempar di jalanan
di tiup anging berdebu bermandikan lumpur
hanya hujan yang sesekali membasuhnya
namun mentari keringkan lumpur yang membungkus
Persimpangan telah berlalu
disana jalan kita tak se arah lagi
kini aku jalani jalan ku sendiri
da kau telusuri jalan mu sendiri
Sahabat.....
debu jalanan tak kan pernah pupus
kerikil kehidupan tak kan pernah habis
persimpangan masih banyak
berjalan lah lurus di jalan mu
jangan kau bimbangkan dan ragukan
hati mu penuntun jalan mu
Tepian tak kan pernah sepi
bunga bunga pun terus mekar dan gugur
hidup tak pernah berhenti walaupun sesaat
waktu terus berputar mengejar kita
0 comments:
Post a Comment